Kemarin malam setelah saya dan istri pulang dari merawat seorang pasien yang memiliki luka dikakinya, saya dan istri berbicara mengenai kondisi pandemi covid 19 sambil mengendarai sepeda motor. saya sampaikan kepada istri betapa sedikitnya orang-orang dijalanan alias diluar rumah yang menggunakan masker untuk beraktifitas, padahal saat ini pandemi masih melanda seluruh dunia tak ketingggalan kota tercintaku ini pun juga ikut 'disengat' olehnya. mulai dari penjual gorengan, tukang parkir, penjual mie ayam, pengendara sepeda motor lainnya dan banyak orang lainnya justru terlihat lebih banyak yang tidak menggunakan masker kataku kepada istri. mereka seolah tidak takut atau tidak percaya akan adanya bahaya besar yang ada disekitar mereka. bahkan seolah mereka jauh lebih takut tidak kebagian buah durian lezat yang dijajakan di pinggir daripada memiliki masker yang membosankan untuk dipakai tiap hari. Kusampaikan pada istri bahwasanya mereka semua itu yang berani keluar ruma...